Minggu, 04 September 2016

Tradisi Oral Desa Selang

            Masyarakat terdahulu dalam memaknai masa lalunya sangat bergantung pada keadaan zaman pada masa tersebut, terutama masyarakat yang belum mengenal tulisan. Manusia pada masa lalu sungguh menghormati alam yang dianggap memiliki kekuatan langsung pada perubahan yang dialami manusia. Setiap kejadian yang mereka alami dianggap terjadi karena adanya kekuatan-kekuatan di luar manusia seperti hukum alam itu sendiri, ataupun kemunculan dewa-dewa dan figur sakti. Pandangan yang menempatkan alam sebagai titik sentral kehidupan dan menganggap manusia hanya sebagai objek menjadikan refleksi historis mereka dalam tataran religio-magis.
            Pandangan religio-magis artinya pemikiran yang melihat kejadian-kejadian tidak berdasarkan pada pemikiran yang rasional. Peran manusia yang hanya sebagai objek dalam sebuah peristiwa banyak dijumpai pada asal-usul pembangunan suatu daerah. Cerita asal-usul daerah tersebut biasanya diawali dengan kehadiran sosok sakti di sebuah tempat. Asal-usul Desa Selang yang terletak di Kecamatan Wonosari, Gunungkidul adalah salah satu contoh tradisi lisan dengan pola serupa.
            Legenda masyarakat setempat menyebutkan asal-usul desa tersebut diawali dengan pelarian Raden Katon, seorang Keturunan Raja Majapahit yang terakhir yaitu Brawijaya V. Raden Katon yang saat itu lari hingga ke Gunungkidul memiliki 3 anak yang salah satunya menjadi pendiri Desa Selang, yaitu Surodimedjo. Suatu saat Surodimedjo berjalan dengan pendampingnya yang membawa pikulan berisi dua keranjang yang masing-masing memuat kelinci (masyarakat setempat menyebutnya rase) jantan dan betina. Kelinci tersebut kemudian lepas di mana sang jantan lari ke arah barat dan si betina lari ke arah timur, yang kemudian membagi wilayah tersebut menjadi Selang Barat dan Selang Timur. Hilangnya kedua hewan tersebut menjadi asal nama Selang yang berarti rase ilang.
Tongkat yang menjadi pikulan tadi kemudian ditancapkan ke tanah dan tumbuh menjadi pohon jati yang disebut Jatiluwih oleh masyarakat setempat. Hingga saat ini pohon jati tersebut masih kokoh dan disakralkan oleh warga masyarakat. Di sekeliling jati tersebut diberi kain putih dan pagar pembatas. Setiap ulang tahun desa atau rosulan selalu diadakan doa bersama dan ritual memberi sejati pada pohon jati tersebut, banyak juga pohon lain yang dikeramatkan warga setempat sehingga tidak bisa dimanfaatkan dengan sembarangan.

Melalui cerita tersebut, para leluhur Desa Selang mengajak keturunannya untuk menjaga lingkungan sekitar. Peristiwa tersebut tidak meninggalkan bukti tertulis sehingga hanya menjadi tradisi oral masyarakat Desa Selang yang diceritakan selama turun-temurun. Penjelasan mengenai bukti cerita rakyat tersebut hanya berupa artefak benda tersebut yang tentunya sangat minim sekali penjelasan rasionalnya. Tradisi lisan tersebut merupakan cara yang dilakukan masyarakat sebagai wujud perekaman dan pewarisan masa lalu menjadi wujud kebudayaan yang dimiliki oleh pendukung tradisi tersebut.[3] Sebagai suatu aspek budaya, maka kepentingan untuk menjelaskan lingkungan sekitar tersebut sekaligus menjadi sarana untuk pedoman kehidupan generasi selanjutnya. Ketertarikan terhadap moral cerita dianggap lebih penting daripada kebenaran fakta cerita tersebut agar masyarakat setempat mampu menyerap nilai-nilai etika yang disiratkan dalam asal-usul wilayah mereka. (Khoirul Rifai)

1 komentar:

  1. Play Now at Wild Casino in Las Vegas, NV - JTAH
    Laughlin, Nevada, United States 김포 출장안마 - Best online 경상북도 출장마사지 casino. Explore Wild 평택 출장마사지 Casino, 제천 출장샵 United States only. ✓ Located in Laughlin, NV. Rating: 4.7 · ‎2,406 계룡 출장마사지 reviews

    BalasHapus