Desa Selang merupakan sebuah kelurahan yang terletak di
wilayah kota Wonosari. Desa ini terdiri dari 9 padukuhan, yaitu:
a.
Pedukuhan Selang 1
b.
Pedukuhan Selang 2
c.
Pedukuhan Selang 3
d.
Pedukuhan Selang 4
e.
Padukuhan Selang 5
f.
Padukuhan Mokol
g.
Padukuhan Randukuning 1
h.
Padukuhan Randukuning 2
i.
Padukuhan Randukuning 3
Padukuhan
Selang 1 terdiri dari 1 RW yang di dalamnya terdapat 4 RT yaitu RT 01, RT 02,
RT 03, dan RT 04. Dusun ini memiliki luas sekitar 39.1175 hektar yang memiliki batas wilayah
sebagai berikut:
a. Sebelah Barat : Desa Wonosari
b. Sebelah Utara : Padukuhan Selang II dan III
c. Sebelah Timur : Padukuhan Selang V
d. Sebelah Selatan : Desa Baleharjo
Dusun Selang 1 yang
termasuk dalam wilayah kecamatan Wonosari merupakan daerah dengan kondisi tanah
berwarna cokelat tua kemerah-merahan yang mengandung kapur. Air di wilayah
tersebut sudah barang tentu mengandung kapur pula. Tanaman-tanaman sayur dan buah
serta umbi-umbian dapat tumbuh subur di wilayah ini.
Pohon-pohon berkayu seperti
jati dan sengon mendominasi area tanah dusun Selang 1. Pohon pisang dan ketela
juga banyak ditanam oleh warga di sekitar rumah mereka. Tanaman bunga seperti
tapak dara dan bunga kancu
banyak ditemui baik sebagai pembatas jalan maupun tumbuh di pekarangan rumah
warga.
Masyarakat dusun Selang 1
terdiri dari warga asli dan pendatang yang berasal dari berbagai kota. Meski
telah banyak pendatang dan mendapat pengaruh dari luar, rasa kekeluargaan dan
gotong royong masih mengakar kuat. Isu-isu sosial ditanggapi dengan cepat oleh
masyarakat dan segera diatasi. Apalagi dusun Selang 1 dekat dengan Terminal
Dhaksinarga
yang artinya banyak orang-orang dari luar yang datang ke sana.
Budaya yang berada di dusun
Selang 1 berupa makanan dan adat istiadat. Makanan khas yang terdapat di dusun
tersebut yaitu:
a.
Sambel bawang, merupakan hasil ulekan cabai
rawit dipadukan dengan bawang mentah. Setiap rumah identik dengan sambel
bawang. Setelah kerja bakti, biasanya warga beramai-ramai membuat sambel bawang
dan merebus sayuran hijau seperti daun ketela untuk disantap bersama-sama.
b.
Sayur lombok, merupakan sayur yang dibuat
dengan kuah santan dengan bahan dasar cabe hijau. Biasanya masakan ini juga dibuat
pada saat event kebersamaan misalnya
pada saat tirakatan memperingati
kemerdekaan.
c.
Thiwul,
yaitu makanan khas Gunung Kidul yang setara dengan nasi. Biasanya thiwul disantap bersama sambel bawang.
d.
Walang goreng, jangkrik goreng, dan tawon
goreng. Dusun Selang 1 merupakan salah satu penghasil makanan khas tersebut
dimana terdapat pabrik rumahan yaitu Gareng yang khusus memproduksi
makanan-makanan tersebut.
Desa Selang merupakan
sebuah wilayah yang masuk dalam area kota Wonosari. Meskipun berada dalam wilayah
kota, masih terdapat beberapa adat istiadat dan budaya yang sampai saat ini
masih terjaga kelestariannya seperti:
a.
Kenduri,
yaitu suatu kegiatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat untuk
merayakan atau memperingati peristiwa tertentu seperti perayaan selamatan
menempati rumah baru, upacara tujuh bulanan bagi ibu hamil, pernikahan serta
doa atau tahlilan kematian.
b.
Rasulan, yaitu serangkaian acara bersih dusun
yang diadakan rutin setiap satu tahun sekali berdasarkan kalender Jawa yang
disepakati oleh para sesepuh dusun. Di dalam rasulan terdapat kirab budaya,
pagelaran wayang, dan silaturahim antar warga.
c.
Tirakatan, yaitu serangkaian acara peringatan
HUT RI 17 Agustus yang diadakan pada malam 17 Agustus yang diikuti seluruh
warga. Di dalam acara tersebut terdapat serangkaian kegiatan yaitu pembahasan
perencaan program dusun yang akan diusulkan ke kelurahan, renungan malam, doa
bersama, kenduri, dan pembacaan puisi perjuangan.






0 komentar:
Posting Komentar